CARA MENDIRIKAN PERUSAHAAN PERSEROAN TERBATAS (PT) Pada tugas softskill ke – 2 ini akan menjelakan tentang bagaimana membuat sebuah...
Recent post
Review Film The Pirate Bay Away From Keyboard
Saya Fikri Fajar kali ini saya akan mereview film tentang
pembajakan hak cipta film, musik yang diklaim dilakukan oleh sebuah situs web
besar yaitu The Pirate Bay. Pirate Bay sebagai situs yang dianggap oleh
masyarakat dunia dalam hal berbagi film secara gratis melalui bit torrent
memang sangat menyenangkan serta menarik dikarenakan banyak film – film ternama
seperti film – film rilisan hollywood yang di bagikan secara gratis oleh situs
Pirate Bay tersebut.
Dalam Hal ini situs pirate bay dituntut ke pengadilan di
negara Swedia oleh pihak industri film Hollywood mengklaim situs Pirate Bay
telah melakukan pelanggaran hak cipta atas karya – karya mereka yang dibagika
secara gratis di situs pirate bay tersebut. Apa bukti Hollywood berikan
terhadap pengadilan bahwa The Pirate bay telah melakukan pembajakan hak cipta
mereka?
Dari potongan film tersebut di menit 07:10 disebutkan film
film yang telah di publikasikan secara gratis oleh pirate bay yang menjadi alat
bukti di pengadilan.
Melihat dari pandangan saya sebagai penonton ataupun
penikmat film situs seperti pirate bay ini mungkin seperti anugerah bagi saya
penikmat gratisan dimana saya hanya bermodalkan internet rumah ataupun mencari
wifi dimanapun berada saya bisa mengunduh film yang saya sukai baik yang masih
baru ataupun yang sudah jadul – jadul (sudah lewat masa keemasannya). Sistem
kerja bitTorrent yang diterapkan oleh pirate bay untuk mengunduh file dari
situsnya juga menjadi poin lebih bagi saya ataupun masyarakat luas karena
selain menarik byte byte data yang kita punya secara penuh hanya untuk unduhan
torrent kita unduhan bisa selesai lebih cepat daripada mengunduh secara normal
serta kelebihannya bisa di pause unduhan kita untuk mencicil paket data jika
mereka menggunakan paket internet biasa namanya juga irit paket internet di Indonesia
masih mahal.
Jika kita berbicara tentang hukum hak cipta saya akui situs
tersebut melanggar 2 hal yaitu perebutan hak cipta dan hacking yang dimana untuk
mendapatkan film tersebut.
Film bioskop sekali nonton bisa mencapai Rp 50.000 hanya
sekali nonton untuk waktu kurang lebih 2 jam yang bagi saya sangat mahal karena
bisa aja itu duit buat nabung or jajanin pacar biar seneng daripada nonton
film. Terlebih lagi acara tv yang menayangkan film suka ada sensor berlebihan
dari KPI yaa pasti kesel kesannya mengurangi greget dan kilmaks dari film
tersebut. Tv berbayar juga momok bagi kami karena kita harus bayar sekitar 300
ribu per bulan hanya untuk mendapatkan tayangan HBO yang acara tv film film
hollywood namun gak jelas film apa tidak sesuai selera saya sama rugi buang
buang uang.
Sisi negatif yang dirasakan bagi pemilik hak cipta sudah
pasti kerugian secara materil dalam hal ini income uang dari film film industri
mereka. Lalu bagi kita yang hanya sebagai penikmat mungkin hanya dua yaitu :
1.Kita berdosa kepada Tuhan karena kita sama saja
mencuri
2.Menjadi berkurang nilai sosial kita. Kenapa? Karena
menurut saya greget nonton film di bioskop itu pasti bersama teman – teman atau
bersama pacar bisa sambil bercanda dan ada kesan bisa pamer selfi tiket nonton
film ke teman – teman biar dikira ke kinian gitu.
Lalu selanjutnya saya akan berada di sisi pemilik hak cipta.
Seandainya saya yang bekerja di industri perfilman lalu film saya dibajak tentu
saya sangat marah serta kecewa hasil kerja keras kami untuk mendapatkan uang
yang juga tidak sedikit biaya yang digunaka untuk membuat 1 film sebelum laku
di pasaran bioskop dunia sudah dibajak dan dibagikan gratis kepada masyarakat.
Saya sebagai pemegang hak cipta tentu akan melaporkan situs
tersebut karena istilah kasarnya mencuri rejeki orang dengan cara licik alias
tidak halal bukti yang saya punya ada di potongan video ini
Penghasilan tahunan 1.7 juta dollar yang mereka dapatkan
bagaimana bisa mereka dapat keuntungan yang menggiurkan sementara kami
pemengang hak cipta merugi jutaan dollar hanya karena film kami sudah dibajak
dan dibagikan secara gratis?
Jawabannya adalah dari iklan di situs tersebut
Jelas situs tersebut dapat dipidanakan karena telah
melanggar hak cipta dan meraup keuntungan dari industri kami. Sisi negatif yang
saya rasakan jika berhadapan dengan pemilik hak cipta yaitu sudah pasti
mematikan rantai rejeki bagi para penyedia situs unduh film gratis karena sudah
pasti situs di blokir dan tidak ada pemasukan biaya dari iklan sementara server
harus tetap bayar. Lalu bagi saya yang hanya sebagai penonton mungkin
negatifnya bakal kembali mendapatkan film – film yang tidak layak di tonton
lagi di tv antena biasa yang tidak sesuai selera kami.
Lalu pertanyaannya kenapa hal ini bisa terjadi?
Kalau berkaca dari sisi teknologi industri film sistem
securitynya sangat payah karena sistemnya dengan mudah di hacking oleh situs pirate
bay berkali – kali jika tidak mana mungkinsitus tersebut bisa maju seperti sekarang. Kalaupun mereka industri
perfilman mengklaim mereka sudah memakai security yang bagus mungkin tidak
pernah dirawat security accessnya karena dunia IT sangat cepat maju sangat
cepat canggih 1 bulan bisa yang paling mutahir sistem yang mereka buat untuk
mengamankan film mereka belum tentu bulan depan sama karena para hacker itu
pintar untuk mencari secuil pundi pundi uang dari para industri kaya.
Jika memang kasus ini tidak bisa dicegah mungkin pihak
pemegang hak cipta bisa saja membuat sesuatu yang berbeda dari film yang gratisa
seperti adanya scene bonus di bagian penjuala DVD/Blu ray yang tidak ada di
film orginal yang sudah di bajak ataupun bisa saja mendapat tanda tangan
sekaligus jabat tangan gratis ke pemainnya jika membeli DVD/Blu ray nya jadi
pemegang hak cipta untung situs seperti pirate bay juga tetap bisa berjalan
dari iklan iklan mereka.
Dalam film ini mereka melanggar hak cipta yang termasuk
dalam hukum pidana yang dimana pihak pirate bay dihukum kurang lebih 1 tahun
penjara dan denda sebesar 6.6 juta dollar
Pada
suatu situs (jual beli khususnya) penggunaan navigasi yang baik sangat penting
untuk dilakukan bagi para pembuat online. Para pembuat situs website tersebut
harus bisa membuat suatu navigasi agar pengunjung situs tersebut tidak bosan
dengan melihatnya. Ada dua tipe navigasi.
Yang pertama adalah yang standar, yang memberikan overview dan peta
penjelajahan situs. Biasanya bisa ditemukan secara konsisten baik di bagian
atas, samping atau footer.
Yang kedua adalah navigasi versi advance. Jenis ini masih bertujuan memberikan alat
untuk menelusuri situs, namun dengan cara lebih spesifik. Misal lewat kategori,
pengarang, produsen, range harga, dan lain lain. Navigasi semacam ini
sebenarnya mirip dengan fitur search namun sudah diberi antar muka yang
lebih intuitif.
Alih-alih
model kotak isian teks kosong, calon pembeli diberi beberapa nilai default yang
bisa dipakai lewat link yang disediakan. Lebih keren lagi, calon pembeli bisa
melakukan penelusuran bertingkat, misalnya: kategori buku, di-drilldown dengan
topik “IT dan Marketing”, di-tune lagi pada level berikutnya dengan range
harga 100 ribu sampai 400 ribu, lalu difinalisasi dengan “reviewed by
S.P.D”. Calon pembeli pun akan sampai pada apa yang benar-benar dia cari.
Permasalah dalam kaitan dengan:
·Para pemakai interface website tidak mengetahui daerah atau dalam hal
ini lembaran-lembaran pada situs.
·Struktur lokasi tidak dapat ditemukan.
Pemakai
interface situs seharusnya diberikan suatu pemahaman dari struktur yang menyangkut
dari suatu ruang dari informasi tersebut. Maka sebaiknya disiapkan:
Dalam dunia komputer jaringan dimana untuk mempelajari tentang apa itu yang dimaksud router,hub,switch kabel UTP, kabel straight,kabel cross dll itu perlu semua barang tersebut yang untuk mendapatkannya hanya untuk belajar itu sangatlah mahal dan belum tentu kita bisa mengkoneksikannya dengan komputer kita secara langsung tanpa adanya bimbingan dari yang sudah ahli.
Oleh karena itu, sebuah perusahaan jaringan yang terkenal yaitu Cisco membuat aplikasi mempelajari jaringan tanpa harus mempunyai semua alat-alat yang disebutkan diatas yaitu Cisco Packet Tracer.
Apa itu Cisco Packet Tracer? Packet tracer adalah sebuah software yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi jaringan.
sebenarnya software ini sangat familiar didunia dalam bidang computer network. Sebelum anda akan membuat jaringan network yang sebenarnya disarankan Anda membuat rancangan terkebih dahulu agar jaringan yang dibuat sesuai dengan apa yang diharapkan dan dapat dilakukan koreksi sebelum dibuat jaringan yang sebenarnya. Nah, dengan adanya software ini maka memudahkan anda untuk membuat simulasi jaringan komputer dengan kelengkapan tools dan device yang tersedia di Cisco Packet Tracer.
Cisco Packet Tracer merupakan sebuah simulator untuk alat alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan penelitian, termasuk dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco System dan program ini gratis untuk fakultas, siswa, dan alumni yang telah berpartisipasi pada Cisco Networking Academy. Pada dasarnya Cisco Packet Tracer ini digunakan sebagai media pembelajaran bagi para pemula untuk merancang, mengkonfigurasi, dan memecahkan masalah mengenai jaringan komputer.
Singkatnya Cisco Packet Tracer memberikan kemudahan bagi kita untuk belajar bagaimana merancang, membangun dan mengkonfigurasi sebuah jaringan. mulai dari jaringaan yang sederhana sampai yang kompleks. Bahkan kita juga bisa mengetahui truobel apa saja yang sering kali terjadi dalam sebuah jaringan hingga kita bisa menganalisa dan memperbaiki nya tanpa harus membeli perangkat yang super mahal bagi kalangan mahasiswa yang masih dalam tahap belajar.
Anda bisa gunakan aplikasi ini untuk simulasi membuat jaringan computer yang anda kehendaki. Ini saya mau ngasih tau gimana cara makainya cisco paket tracer. Install dulu cisco paket tracernya di laptop atau PC. Setelah terinstal dengan baik dan benar sekarang saatnya gunakan aplikasinya.
Langkah membuat simulasi small office di cisco paket tracer.
1. Buka dulu aplikasi cisco packet tracer. Maka akan muncul gambar seperti dibawah ini.
2. Desain jaringan computer seperti gambar berikut.
· PC di lantai 1 menggunakan alamat jaringan 192.168.1.0/24 dengan gateway 192.168.1.1
· PC di lantai 2 menggunakan alamat jaringan 192.168.2.0/24 dengan gateway 192.168.2.1
· Printer di lantai 1 dan 2 menggunakan alamat jaringan yang sama pada PC masing-masing lantai.
· Laptop di lantai 1 dan 2 jaringanya saya buat DHCP
· Server menggunakan alamat jaringan 192.168.3.0/24 dengan gateway 192.168.3.1
3. Cara konfigurasi PC dapat dilakukan dengan mengklik gambar PC dan klik desktop-IP configuration. BOSS dapat mengisikan IP address, subnet dan default gateway nya. dilakukan berulang-ulang terhadap PC yang lainnya.
4. Selanjutnya mengkonfigrasi Router dengan mengklik Router, dan bisa langsung menyetting menggunakan config ataupun dengan CLI. pertama-tama saya akan menyetting dengan menggunakan config.
PC lantai 1 Network FastEthernet 0/0 konfigurasi IP 192.168.1.1 dengan subnet 255.255.255.0
PC lantai 2 Network FastEthernet 0/1 konfigurasi IP 192.168.2.1 dengan subnet 255.255.255.0
ISP dengan Network FastEthernet 1/0 konfigurasi IP 10.1010.1 dengan subnet 255.0.0.0
Server dengan Network FastEthernet 1/1 konfigurasi IP 192.168.3.1 dengan subnet 255.255.255.0
Cara routing router seperti gambar dibawah ini. Catatan kalau menggunakan 1 router gak usah dirouting karena tanpa dirouting pun koneksi bisa terhubung. Kalau menggunakan lebih dari 1 router harus di routing supaya bisa terkoneksi satu sama lain.
5. Konfigurasi Laptop sebaiknya menggunakan DHCP client.
Cara koneksi melalui AP dengan memilih AP terdekat dan tercepat.
6. Konfigurasi access point dengan mengklik Access Pointnya dan akan muncul window seperti dibawah ini. Harus mengisikan nama SSID pada AP untuk dikenali Klien.
Isi juga IP AP Anda seperti gambar dibawah ini.
7. Konfigurasi Printer IP dengan mengklik gambarnya dan akan muncul windows seperti dibawah ini.
Jangan lupa gateway Anda.
8. Setelah semua terkoneksi maka cek terlebih dahulu dengan menggunakan comment prompt. Gambar dibawah ini cek koneksi dari laptop 1 ke PC 1.
Artinya koneksi terhubung. Anda dapat melakukan ping ke sumua PC dan laptop yang berbeda. Jika koneksi tidak bisa maka akan muncul tulisan request timed out.
Begitulah cara memakainya semoga apa yang saya postingkan bermanfaat bagi kalian semua yang membaca
Sumber terkait : http://himatro.ee.unila.ac.id/apa-sih-cisco-packet-tracer-itu/
Jokowi saingan Soeharto, jadi cover TIME sebelum pelantikan presiden
(Foto: dok. ist.)Presiden
terpilih Jokowi ditetapkan jadi cover Time edisi Kamis ini, 16 Oktober
2014. Soeharto jadi cover Time dua kali, yaitu pertama edisi edisi Juli
1966 dan cover kedua saat setahun setelah dilengserkan reformasi 1998.
LENSAINDONESIA.COM:
Presiden terpilih Jokowi menjelang pelantikannya 20 Oktober 2014,
menjadi sorotan dunia. Setelah bos facebook Mark Zuckerberg berkunjung
di kantornya, Balai Kota DKI Jakarta, kini majalah berita cukup
bergengsi, Time menjadikan wajah eksotiknya menjadi cover edisi terbaru,
terbit Kamis ini, 16 Oktober 2014.
Jokowi dijadikan laporan
unggulan majalah itu, dengan judul utama cover “A New Hope” (Harapan
Baru). Di bawahnya tertulis “Indonesia President joko Widodo Is A Force
of Democracy” (Jokowi adalah kekuatan untuk demokrasi).
Time
mengulas Jokowi sebagai presiden fenonemal, merakyat dan penuh
kesederhanaan. Jokowi ditulis punya kebiasaan blusukan berbaur dan suka
berdialog dengan masyarakat bawah.
Praktis, Jokowi merupakan
Presiden Indonesia kedua setelah Soeharto yang dipilih Time jadi cover
Majalah Time di saat sebelum resmi menjalani pelantikan sebagai Presiden
RI.
Jokowi memang tersanjung karena termasuk empat presiden RI
yang pernah dilih jadi cover Time. Sebelumnya, Time pernah menjadikan
cover Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, dan Presiden SBY. Cuma,
Soekarno dan SBY jadi cover ketika sudah menjabat sebagai presiden.
Presiden
Soekarno, misalnya, jadi cover TIME edisi Desember 1946, mengulas
sebagai presiden pertama Indonesia yang orator ulung. Cover kedua, Time
edisi 10 Maret 1958, memuat tulisan Soekarno sebagai presiden yang
arogan.
Presiden Soeharto juga sempat jadi cover dua kali.
Pertama, edisi Juli 1966, mengulas situasi carut marut politik Indonesia
pasca tragedi G 30 S PKI, dan Soeharto berhasil melucuti kekuasaan
Soekarno. Cover Soeharto kedua, di edisi Time yang terbit setahun
setelah tragedi reformasi, isinya mengulas kekayaan Soeharto USD 15
miliar.
Sedangkan Presiden SBY dijadikan cover edisi Mei 2009,
berisi ulasan SBY sebagai ’100 most influential leaders in the world in
2009′. Presiden ke-6 ini disejajarkan pemimpin dunia lain seperti mantan
presiden Amerika George W. Bush, mantan Perdana Menteri Inggris Tony
Blair, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Italia Silvio
Berlusconi dan mantan menteri sekretaris Amerika Madeline Albright.
@alrst/licom
Incoming Indonesian President Joko Widodo,
left, is greeted by outgoing president Susilo Bambang Yudhoyono during a
visit at the presidential palace in Jakarta, Indonesia, on Oct. 19,
2014.Anadolu Agency—Getty Images
The political outsider will be under fierce pressure from the outset
On
Oct. 20, Indonesia inaugurates its first President truly of the people.
Joko Widodo, known commonly as Jokowi, is unique in Indonesian
presidential history because he comes from neither a politically elite
nor a military background. Raised in a riverside slum, Jokowi ran a
furniture-exporting business in the heartland city of Solo before he
successfully ran for his hometown’s mayor in 2005. Two years ago, he was
elected governor of Indonesia’s chaotic capital, Jakarta. Although he
prevailed in the July presidential election against old-guard candidate
Prabowo Subianto — a former general once married to the daughter of
Indonesian dictator Suharto — Jokowi, 53, faces numerous challenges as
he helms the world’s third largest democracy: Political Gridlock:
Jokowi may have claimed the presidency, but parliament favors Prabowo’s
Red and White Coalition, which last month controversially blocked the
direct election of governors, mayors and district chiefs. Instead of a
popular vote, local legislatures will pick these leaders, preventing the
rise of figures outside the political establishment, like Jokowi.
Democracy advocates are strategizing how to roll back what some
criticize as a legislative coup. Economic Slowdown: With the commodity boom waning,
Indonesia’s recent 6% annual growth looks harder to maintain. Jokowi
promises 7% growth by 2018 by moving Indonesia up the value chain,
improving logistics and positioning the world’s largest archipelago
nation as a global transport hub. But will the populist President resort
to the kind of resource nationalism that will spook foreign investors? Religious Extremism: Indonesia hasn’t suffered a
major terrorist strike since 2009 when a pair of luxury Jakarta hotels
were targeted by suicide bombers. But it only takes one attack to
shatter the sense that Indonesia has tamed a band of radicals who are
trying to hijack the moderate, syncretic Islam that has long flourished
in the world’s most populous majority-Muslim nation. Dirty Bureaucracy: Jokowi won votes because of his
pristine image and his anti-corruption campaign in Solo and Jakarta. He
boasts of having cleaned up the once graft-ridden process by which
government permits and licenses were granted. And he helped expand
government coffers by enhancing tax collection. Can Jokowi promote
transparency in a country notorious for corruption and bureaucratic
inefficiency at every level of government? Ethnic Relations: While mayor of Solo and governor
of Jakarta, Jokowi picked deputies who happened to be Christian. In
Jakarta, his No. 2 was also Chinese, an ethnicity that has suffered from
race rioting. Although the sprawling island nation has maintained
remarkable harmony given the diversity of its inhabitants, human-rights
groups worry about a recent uptick in ethnic and religious intolerance.
Many Hope Joko Widodo, Indonesia’s New Leader, Will Raise Country’s Regional Stature
Photo
In August, Indonesian President-elect Joko Widodo, right, met Japan's Foreign Minister Fumio Kishida, center, in Jakarta.Credit
Adek Berry/Agence France-Presse — Getty Images
JAKARTA
— In his previous life as a small-time furniture exporter and
exhibitor, Joko Widodo was used to erecting stages. But in early
November, just days after being sworn in as the president of Indonesia, he will now be sharing a stage with the world’s most powerful leaders.
Between
Nov. 10 and Nov. 16, Mr. Joko will, in succession, attend the
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) summit meeting in Beijing; the
Association of Southeast Asian Nations (Asean) leaders’ meeting and the
East Asia Summit, both being held in Naypyidaw, Myanmar; and a meeting
of G-20 leaders in Brisbane, Australia.
Mr.
Joko, who was sworn in as president on Monday, comes into office with
no foreign policy experience, and his introduction into international
affairs will be, according to analysts, a trial by fire. “The most
important thing is meeting these leaders face to face,” Mr. Joko said in
an interview shortly before his inauguration, “and develop those
relationships.”
That
may be easier said than done, given that he doesn’t have much in common
with his counterparts. Born in a slum in the province of Central Java,
Mr. Joko, 53, a former carpenter, is the first Indonesian president not
to come from the country’s political elite or be an army general.
He
is expected to have bilateral meetings during the conferences with,
among others, President Vladimir V. Putin of Russia, who is a former
K.G.B. officer, and Gen. Prayuth Chan-ocha, the prime minister of
Thailand, who carried out a military coup there last May. The biggest
thing Mr. Joko has in common with President Barack Obama, whom his aides
said he is scheduled to meet one-on-one in Beijing, is that they both
have lived in Indonesia.
Tall,
thin and unassuming, Mr. Joko himself has joked that his face looks
more like that of a village street-food vendor than of a head of state.
But behind it lies a sharp intellect and kinetic energy to get things
done.
As
governor of Jakarta, he was mobbed by well-wishers during his daily
walking tours through traditional markets and slum areas, where he would
talk about bread-and-butter issues such as health care, education and
traffic.
Mr.
Joko’s unusual style and equally unusual nickname (“Jokowi”), coupled
with his unlikely ascension to the Indonesian presidency, garnered heavy
international media attention and piqued the interest of foreign
leaders.
“It
will be interesting to see Jokowi’s personal chemistry with Obama and
other leaders, and how he performs,” said Matthew P. Goodman, senior
adviser for Asian economics at the Center for Strategic and
International Studies in Washington, who served as the Obama
administration’s White House coordinator for APEC and the East Asia
Summit in 2011. “Other leaders will be looking at how he performs, with a
neutral eye,” he said.
Mr.
Joko came into office with pressing domestic concerns, in particular a
hostile group of opposition parties in Indonesia’s House of
Representatives that are controlled by Prabowo Subianto, a former army
general who lost to him in the country’s July 9 presidential election.
“He
would have come to these meetings as a star, but he’s domestically
distracted,” said Kishore Mahbubani, a former Singaporean diplomat and
the current dean of the Lee Kuan Yew School of Public Policy at the
National University of Singapore.
“What
it does is affect the attention you pay to events, and whether you have
a free hand to launch initiatives,” Mr. Mahbubani said, adding that Mr.
Joko should remain low-key at the summits and treat them as a learning
experience.
Others
are looking for Mr. Joko to immediately play a visible role on the
international stage, given that Indonesia is the world’s fourth-most
populous country, its largest Muslim-majority state and a G-20 member.
It also lies astride the world’s busiest shipping lane in the Strait of
Malacca.
Indonesia also has domestic problems with a global impact, including climate change due to deforestation, terrorism and human trafficking.
“He
has an opportunity to shine,” said Alexander Feldman, president and
chief executive of the U.S.-Asean Business Council. “The world is
curious about Jokowi and what he is going to focus on. And I think that
world leaders want to court him.”
Since
its independence from Dutch colonial rule in the 1940s, Indonesia has
maintained a feel-good foreign policy that Mr. Joko’s predecessor,
Susilo Bambang Yudhoyono, described as “a million friends and zero
enemies.”
The
country’s transition to democracy, which began in 1999, and its growing
economic importance have placed it in the same conversation as Asia’s
two largest emerging economies: China and India. Mr. Yudhoyono worked to
further project both Indonesia’s and his own influence on the global
stage, with issues such as climate change and Islamic extremism, with
mostly indifferent results.
“Indonesia
at one point tried to mediate on the Korean Peninsula, and that didn’t
work out very well,” said Ian Storey, a senior fellow at the Institute
of Southeast Asian Studies in Singapore.
Analysts
and Mr. Joko’s advisers said he would be less ambitious and instead try
to project Indonesia’s influence through Asean, its traditional foreign
policy base. “Indonesia is best described as a regional power with
global concerns — it’s not China or India,” said Amitav Acharya, a
professor at American University in Washington and author of “Indonesia
Matters: Asia’s Emerging Democratic Power.”
“But
by playing the role of a regional mediator and helping to keep Asean
together, Indonesia helps to contribute to stability in the Asia-Pacific
region and the world,” he said, “since it is in the Asia-Pacific that
we have all the major powers — the U.S., China, Japan and India — whose
relationships will be key to global stability.”
Rizal
Sukma, an adviser to Mr. Joko, said the president’s foreign policy
would be directed more by business and economic concerns than
geopolitical ones. Mr. Rizal said Indonesia’s geographical location
gives it the ability, as an archipelago state, to practice “maritime
diplomacy.”
“You
can’t eat an international image,” he said. “The key focus is to use
diplomacy for economic benefit. We have a strategic partnership with
India, but the relationship has not reached half its potential.”
Sumber : http://www.nytimes.com/2014/10/21/business/international/many-hope-joko-widodo-indonesias-new-leader-will-raise-countrys-regional-stature.html?_r=0
Kerja Sama dengan Angola, Jokowi Klaim Indonesia Hemat Rp 15 Triliun Setahun
Jumat, 31 Oktober 2014 | 17:26 WIB
KOMPAS.com/SABRINA ASRIL Presiden Joko Widodo menerima Wakil Presiden Angola Manuel Domingos Vicente di Istana Merdeka, Jumat (31/10/2014) siang.
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo telah menandatangani kerja sama dengan perusahaan minyak asal Angola, Sonangol. Dengan kerja sama itu, Jokowi mengklaim uang negara yang bisa dihemat mencapai Rp 15 triliun.
"Setahun sekitar Rp 15 triliun," ujar Jokowi seusai menandatangani
kerja sama dengan Wakil Presiden Angola Manuel Domingos Vicente di
Istana Merdeka, Jumat (31/10/2014) siang.
Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, antara Pertamina dan Sonagol
akan membentuk perusahaan bersama di Indonesia. Kedua persuahaan itu
juga akan membangun kilang di wilayah Indonesia sehingga bisa
meningkatkan volume minyak yang diproduksi.
Sudirman memperkirakan, dalam satu hari, diprediksi akan ada 100.000
barrel yang dihasilkan dari kilang minyak tersebut. "Hipotesisnya kalau
dapat 100.000 barrel, seperempatnya impor dan kita punya satu perusahaan
yang memiliki suplai berkelanjutan, maka tinggal bicara harga. Kalau
dapat 100.000 barrel, sehari bisa hemat 2,5 juta dollar," kata Sudirman.
Kerja sama ini, lanjut dia, akan mendorong jalinan kerja sama dengan
negara lain. Kerja sama dengan perusahaan minyak Angola, sebut Jokowi,
juga sudah dipikirkan dengan matang.
"Artinya, kalau kerja sama negara dengan negara bisa dirasakan manfaatnya untuk rakyat. Kalau nggak, nggak usah teken-teken," ucap Jokowi.
Dalam penandatanganan kerja sama di sektor minyak ini, Jokowi
terlihat didampingi Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri ESDM
Sudirman Said, dan Plt Dirut Pertamina